Sep 122014
 

Hi semuanya!!!

Mari kita berkumpul bersama untuk bible study Sabtu ini.

Hari, Tgl: Sabtu, 13 September 2014
Jam: 3.30PM – 5.30PM

Tempat: Kediaman Rina dan Budi Kusnoto
1246 S. State St, Chicago, IL 60605
Speaker : Romo Jauhari
Tema: TBA (To Be Announced)

Dan seperti biasa, setelah bible study kita akan potluck. Hope to see you all this Saturday. Have a
blessed day everyone! ^^

Ludvina

Aug 022014
 

 

Hope everything is well with you …

Untuk bible study bulan Agustus akan dibawakan oleh Romo Anthony dengan tema “Praying in Time of Crisis“.

Hidup kita di dunia pasti ga mungkin smooth terus. Banyak masalah, fears, worries, etc. Dan kayaknya masalah tuh ada aja terus. So, what should we do? PRAY! (Tapi gimana caranya pray kalo lagi pusing gitu? Gimana caranya punya quiet time untuk berdoa ke Tuhan?)

Philipians 4:6 said, “Don’t worry about anything; instead, pray about everything. Tell God what you need, and thank Him for all He has done.”

Mau tau gimana caranya pray in time of crisis? Dateng yuk ke bible study bulan Agustus.

Hari, Tgl: Sabtu, 9 Agustus 2014
Jam: 3.30PM – 5.30PM
Tempat: Kediaman Rina dan Budi Kusnoto
Alamat: 1246 S. State St, Chicago, IL 60605
Speaker : Romo Anthony

Seperti biasa setelah bible study akan ada potluck ya. Hope to see you all and have a great weekend everyone!

Ludvina

Jul 062014
 
Hello everyone!!
Hope you guys are doing well 😀
Sering kali kita complain karena masalah” yang kita hadapin, penyakit yang kita punya, dll. Rasanya susah banget untuk seneng kalo temen kita dapetin apa yang kita bener” kepengen. Gimana sih attitude yang harus kita punya?
Atau mungkin kita yang melakukan pelayanan, rasanya jenuh. Di Colossians 3:23 dikatakan “Whatever you do, work at it with all your heart, as working for The Lord, not human masters”
Gimana caranya kita melakukan apa yang Tuhan mau kita lakukan?
Ayuk kita dateng sama” ke bible study bulan Juli untuk ngebahas “The Right Attitude”!
Hari, Tgl: Sabtu, 12 Juli 2014
Tempat: Kediaman Rina dan Budi Kusnoto – 1246 S. State St, Chicago, IL 60605
Speaker : Ludvina Theodor
Seperti biasa setelah bible study akan ada potluck ya.
Hope to see you all and have a goodnight everyone!
Ludvina
Aug 282012
 

Renungan Hari Minggu Biasa ke-20: (19 Agustus 2012)
By: Romo Lukas Batmomolin, SVD

Bacaan-bacaan Hari Minggu Biasa ke-20 saling menegaskan sekitar tema “Makan Tubuh dan Minum Darah Kristus.”
Bacaan Pertama, yang diambil dari Kitab Kebijaksanaan, berisi undangan kepada yang kecil, miskin pengalaman, untuk mengambil bagian dalam pesta keutamaan. Sama seperti pesta-pesta lainnya, hidangan tersedia dan minuman anggur tersaji. Akan tetapi, ini adalah sebuah pesta keutamaan, bukan pesta kemabukan. Mereka yang kecil dan miskin pengalaman diundang untuk mengambil bagian di dalamnya dengan maksud untuk menimba pengetahuan, kebijaksanaan. Sehingga dengan demikian hati mereka dipenuhi rasa gembira karena dapat keluar dari ketidaktahuan dan kebodohan yang membelenggu mereka.
Bacaan Kedua, merupakan lanjutan dari surat-surat pribadi yang Rasul Paulus tulis dari penjara kepada jemaat-jemaat yang pernah dibangun dari upaya kerja misionernya sendiri. Ketika Paulus menulis surat yang penggalannya diperdengarkan pada Perayaan Hari Minggu Biasa ke-20 ini, ia sudah tua dan tidak aktif lagi sebagai misionaris Kristus di lapangan. Dalam suratnya itu, Paulus mengingatkan Jemaat di Efesus agar jangan terbawa arus jaman dan hidup dalam kabut ketidaktahuan. Mereka yang sudah terundang untuk mengambil bagian dalam pesta keutamaan (Bacaan Pertama) supaya jangan jatuh lagi ke dalam perangkap kebodohan mereka. Sebaliknya, sudah tiba saatnya untuk beralih dari manusia lama ke alam kehidupan manusia baru. Gunakanlah kebijaksaan yang ada untuk mencari kehendak Tuhan; serta isilah roh dan semangatmu dengan Rohkudus.
Bacaan Injil, adalah penggalan terakhir dari seri Roti Hidup yang telah diperdengarkan selama Perayaan empat pekan berturut-turut, mulai dengan Mukjizat penggandaan roti dan ikan. Pada bagian terakhir ini, Jesus bukan hanya menyatakan Diri-Nya sebagai Roti Hidup yang turun dari Surga, tetapi juga mengidentifikasi roti hidup itu dengan tubuh dan darah-Nya sendiri. Yohanes, sang penulis Injil, hendak menegaskan bahwa menjadi murid Yesus (jelas bahwa kata-kata Yesus ini tidak ditujukan kepada kaum Yahudi, tetapi kepada para murid-Nya sendiri) harus melewati proses ini: menerima Yesus sebagai Mesias, menyesuaikan program hidup pribadi dengan program keselamatan yang Dia tawarkan; dan mengambil bagian dalam jalan hidup yang Dia tunjukan.
 Menerima Yesus: Pada bagian terdahulu dari penggalan Injil hari ini, orang Yahudi bersungut-sungut tentang asal-usul Yesus setelah Dia menyatakan Diri sebagai roti hidup dari Surga. Dalam konteks inilah penginjil Yohanes menulis, “Siapa yang makan daging-Ku dan minum Darah-Ku akan memperoleh hidup kekal, dan Aku akan membangkitkan dia pada hari akhirat.” Kita hanya mau makan atau minum sesuatu yang kita tahu dengan pasti bahwa hal itu tidak membahayakan, sebaliknya membawa kebaikan. Menerima Yesus bukan sekedar berkata YA tetapi juga mengasimilasi diri kita dengan Dia.
Menyesuaikan program hidup pribadi dengan program keselamatan yang diwartakan Yesus: Inilah konteks di mana Yohanes menulis, “Siapa yang memakan daging-Ku dan minum darah-Ku ada bersama Aku dan Aku dalam dia.” Sama seperti makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh kita akan terasimilasi dan menjadi serupa dengan daging dan darah dalam tubuh kita, demikian pun Tubuh dan Darah Kristus yang kita santap. Perayaan Ekaristi adalah perayaan kebersamaan, di mana kita merayakan kesatuan kita dengan Kristus dan kebersamaan kita satu sama lain; tapi Ekaristi juga mempunyai makna prokreasi, dalam mana kebersamaan kita dengan Kristus mesti menghasilkan karya nyata. Ambil bagian dalam karya keselamatan Kristus, tidak lain adalah  menunjukkan cinta-Nya kepada kita dalam aneka ungkapan cinta kita kepada sesama (saling memberi, saling mengampuni, saling menerima, dan sebagainya). Program keselamatan Kristus berpusat pada perintah cinta kasih.
Mengambil bagian dalam jalan hidup yang Kristus tunjukan: Konteksnya adalah pada tulisan Yohanes, “Sama seperti Bapa yang hidup, telah mengutus Aku dan Aku hidup untuk Bapa, juga mereka yang makan daging-Ku akan hidup untuk Aku.” Darah Kristus punya asosiasi dengan salib, yang untuk kita saat ini, artinya panggilan untuk diutus sebagai saksi Kristus di dunia. Mengambil bagian dalam Ekaristi, bukan sekedar mengejar kesucian pribadi, melainkan juga komitment pribadi. Komitment pribadi pada panggilan kita sebagai orang Kristen yang memperoleh hidup (spiritual) dari Kristus, hidup oleh Kristus, dan hidup untuk Kristus yang telah memberikan nyawa-Nya di salib demi keselamatan dunia, untuk mengabdikan diri bagi sesama. Manusia baru dalam Kristus adalah dia yang punya komitment untuk dunia di sekitarnya.

 Posted by at 10:37 pm